Manajemen Resiko Terkait Pandemik Covid-19 Pada Transportasi Yang Dipakai Dalam Rantai Pasok Suatu Perusahaan



Transportasi merupakan aktivitas yang paling mudah dilihat sebagai kegiatan utama logistik. Pelanggan akan dengan mudah melihat pergerakan barang dari suatu lokasi ke lokasi lain baik menggunakan truck, kereta api, kapal laut, atau pesawat udara.Dalam konteks manajemen rantai pasok, fungsi penting transportasi memberikan solusi layanan logistik: pergerakan produk (product movement) dan penyimpanan barang (product storage).Fungsi transportasi dalam pergerakan produk, transportasi memainkan peran melakukan pergerakan barang-barang, baik barang-barang dalam bentuk bahan baku, komponen, barang dalam proses, maupun barang-barang jadi. Nilai ekonomis transportasi dalam menjalankan peran ini adalah melakukan pergerakan sediaan barang dari lokasi asal ke lokasi tujuan tertentu dalam sistem manajemen rantai pasokan perusahaan.

Pandemi Virus corona telah menjadi topik yang mendunia sejak Januari 2020. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan orang hanya dalam waktu dua pekan. Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV).Sejak Pemerintah Indonesia mengonfirmasi bahwa terdapat dua kasus Virus Corona (Covid-19) di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 lalu, penyebaran Virus Corona terus meningkat menjadi sebanyak 1.677 kasus infeksi per Kamis, 2 April 2020. Dalam sejumlah kasus tesebut, 157 pasien meninggal dunia dan 103 pasien dinyatakan sembuh (http://worldometers.info).Dampak Virus Corona atau Covid-19 nampaknya berimbas pada semua sektor terutama ekonomi. Covid-19 ini berpengaruh sangat besar terhadap perkembangan industry terutama industri manufaktur. Rantai pasok memerlukan manajemen resiko terutaman pada sektor transportasi sebelum melakukan semua tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk meniingkatkan keuntungan dan meperhitungkan dampak yang akan terjadi.

Manajemen Resiko adalah metode sistematis untuk merencanakan, mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon resiko proyek Tujuannya untuk meningkatkan peluang dan dampak peristiwa positif , dan mengurangi peluang dan dampak peristiwa yang merugikan sebuah proyek.Namun metode ini dapat dipakai untuk menyelesaikan masalah yang ada pada suatu perusahaan.

Untuk menemukan resiko-resiko apa yang ada,dalam metode manajemen resiko terdapat beberepa langkah, yang pertama dilakukan adalah perencanaan manajemen resiko dimana perencanaan ini meliputi langkah memutuskan bagaimana mendekati dan merencanakan kegiatan manajemen resiko dalam kegiatan transportasi. Dengan mempertimbangkan lingkup operasional,faktor lingkungan perusahaan, maka perusahaan mampu mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas manajemen resiko untuk kegiatan-kegiatan tertentu.

Langkah kedua yaitu mengindetifikasi resiko dimana identifikasi resiko dapat dilakukan dengan analisis sumber resiko dan analisis masalah Analisis sumber resiko yaitu analisis resiko dengan melihat darimana resiko berasal. Ada tiga sumber resiko yang sudah banyak dikenal yakni Resiko internal yakni resiko yang bersumber dari internal organisasi yang dapat dikategorikan dalam non technical risk (manusia, material, keuangan) dan technical risk (disain, konstruksi dan operasi). Analisis masalah adalah analisis resiko yang terkait dengan kekawatiran/ rasa khawatir.Dari pengertian diatas dapat diidentifikasi bahwa terdapat resiko non technical risk yang bersangkutan dengan manusia yaitu masalah kesehatan dan dampak nya.Masalah-masalah tersebut dapat berupa pemberlakuan lockdown pada daerah tersebut,tinggi nya peluang terkena Virus Covid-19 pada lokasi operasional,kendala komunikasi dalam menjalankan beberapa kegiatan operasional melalui WFH dan hal-hal lain nya.

Langkah ketiga adalah menganalisis resiko dimana dalam suatu proyek,tujuan analisis resiko untuk mengurangi resiko dimana tindakan perbaikan dilakukan pada sebuah proyek, penjadwalan, anggaran belanja, harga/kualitas proyek. Penentuan resiko memerlukan analisis dalam pemesanan untuk memutuskan pengaruh atas proyek.Terdapat dua cara ataupun metode yang dipakai dalam menganalisis resiko tersebut,yaitu analisis Resiko Kualitatif dimana analisis kualitatif adalah proses menilai dampak dan kemungkinan resiko yang sudah diidentifikasi. Proses ini dilakukan dengan menyusun resiko berdasarkan dampaknya terhadap perusahaan. Analisis ini merupakan cara prioritisasi resiko sehingga membentuk gambaran resiko yang harus mendapat perhatian khusus dan cara merespon resiko tersebut seandainya terjadi.Lalu terdapat analisis resiko kuantitatif dimana analisis resiko secara kuantitatif merupakan metode untuk mengidentifikasi resiko kemungkinan kegagalan sistem dan memprediksi besarnya kerugian. Analisis ini dilakukan dengan mengaplikasikan formula matematis yang dikaitkan dengan nilai finansial. Secara matematis penghitungan resiko dilakukan dengan mengalikan tingkat kemungkinan kejadian dengan dampak yang ditimbulkan. Hasil analisis ini dapat digunakan untuk mengambil langkah strategis dalam mengatasi resiko yang teridentifikasi.. Meskipun analisis kuantitatif ini menggunakan pendekatan matematis, namun pada prinsipnya analsisi ini merupakan tindak lanjut yang mengikuti hasil analisis kualitatif. Kesulitan utama dalam analisis resiko kuantitatif adalah pada saat menentukan tingkat kemungkinan karena data-data statistik belum tentu tersedia untuk semua peristiwa.

Setelah menganalisis resiko-resiko tersebut maka dapat dapat dilanjutkan dengan langkah selanjutnya ataupun langkah terakhir yaitu penanganan resiko.Penangan resiko diartikan sebagai proses yang dilakukan untuk meminimalisasi tingkat resiko yang dihadapi sampai pada batas yang dapat diterima. Sacra kuantitatif, upaya meminimalisasi resiko dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah yang diarahkan pada turunnya angka hasil ukur yang diperoleh dari analisis resiko. Meskipun dalam penanganan resiko dapat dilakukan dengan satu atau lebih cara yang diaplikasikan secara bersamaan atau simultan misalnya mengurangi resiko sekaligus mengalihkan resiko, namun secara umum, teknik yang digunakan untuk menangani resiko dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu

1) Menghindari resiko yakni dengan tidak melakukan aktivitas yang beresiko dan memilih melakukan kegiatan yang tidak memiliki resiko.

2) Mitigasi/ Reduksi/ Mengurangi resiko yakni dengan melakukan tindakan untuk mengurangi peluang terjadinya peristiwa yang tidak diharap. Misalnya dengan memilih orang-orang yang kompeten untuk dipekerjakan di proyek.

3) Menerima resiko yakni tetap melakukan pekerjaan yang mengandung resiko dengan tidak melakukan perubahan apapun namun menyiapkan rencana kontingensi jika resiko terjadi.

4) Tranfer Resiko yakni dengan mengalihkan resiko ke pihak lain misalnya dengan membeli asuransi

Dalam menangani resiko pandemik Covid-19 terhadap supply chain khusus nya sektor transportasi ,perusahaan dapat melakukan tindakan-tindakan preventif seperti:

1) Mendata dan mencatat pergerakan Pegawai keluar masuk ke area kerja logistik baik di gudang maupun pabrik. Selain itu, sistem pencatatan dalam area pengantaran barang terutama informasi data pengirim dan penerima barang semakin diperkuat.

2) Pengaturan group shift yang terkendali. Bila memerlukan pekerja lepas, maka pekerjakan pekerja lepas yang terdaftar dan sudah dalam daftar pegawai Transportasi lepas reguler dan lakukan pemantauan jejak kesehatan.

3) Contingency plan jika ditemukan di antara karyawan pada area kerja yang terkena paparan Virus Corona, lalu lakukan kerja sama dengan rumah sakit rujukan dan persiapkan seluruh pelatihan pertolongan pertama di dalam area kerja.

4) Pengecekan rutin dari tim medis paling tidak seminggu sekali untuk seluruh pegawai transportasi. Hal ini dianjurkan untuk dilaksanakan agar aksi preventif dalam menanggulangi penyebaran wabah dapat teridentifikasi lebih dini.

5) Pemberian tools dan pelatihan terkait pemakaian, etika, dan aturan melakukan rapat jarak jauh menggunakan video conference kepada seluruh pegawai transportasi.

Pada situasi pandemi seperti ini, kolaborasi semua pihak dalam rantai pasok sangat diperlukan, tidak hanya sektor transportasi saja, melainkan peran sektor lain nya pun diperlukan dan harus dilakukan. Perubahan atau tindakan yang diambil oleh salah satu anggota rantai pasok akan berdampak pada anggota rantai pasok yang lain.Diharapkan dengan adanya manajemen resiko pada transportasi supply chain dapat membantu suatu perusahaan dalam menangani pandemi saat ini.

Comments

  1. wow, artikelnya sangat menarik dan topik yang dibahas juga saling relevan mengetahui keadaan saat ini yaitu pandemi Covid-19, namun aku mau nanya
    seberapa efisien manajemen ini terhadap pemberian solusi untuk masalah ini ?

    ReplyDelete
  2. Itu fakta. Saya butuh informasi yang lain. Kira-kira apa solusi yang ditawarkan supaya transportasi baik secara langsung (angkot) maupun tidak langsung (cth: gojek) agar tetap berjalan dengan baik

    ReplyDelete
  3. Saya sangat setuju dengan artikel yang anda buat. Memang pada kondisi pandemi saat ini, banyak ketidakpastian yang kita hadapi, baik itu didalam sektor pendidikan, pariwisata bahkan transportasi. Sektor transportasi seperti yang anda bahas sangat berguna dalam menjawab beberapa dari ketidakpastian tersebut. Sama hal tindakan preventif yang anda bahas. Semoga artikel yang anda buat bermanfaat bagi pemangku kepentingan sebagai harapan anda dalam artikel ini.

    ReplyDelete
  4. Info nya sangat membantu.
    Resiko selalu ada, tidak bisa dihilangkan. Tapi bisa diminimalisir dengan planning dan analisa.
    Termakasih buat ilmunya Dani
    Good Job! 👍

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Saya sangat setuju dengan tulisan ini. Dari tulisan yang mudah dipahami ini saya medapat ilmu yg bermanfaat.

    ReplyDelete
  7. Ternyata dengan adanya manajemen resiko pada transportasi supply chain sangat membantu perusahaan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Terima kasih buat informasinya. Sangat bermanfaat buat saya

    ReplyDelete
  8. Informasi yang sangat bermanfaat. Untuk sekarang memang sangat penting pemantauan risiko yang terjadi pada rantai pasokan kita, dan solusi yang disampaikan menurut saya dapat diterapkan juga. Bravo....

    ReplyDelete

Post a Comment